Penyebab Epidural Hematoma Yang Paling Sering Terjadi

Penyebab Epidural Hematoma Yang Paling Sering Terjadi

Mungkin bagi sebagian orang, epidural hematoma sangatlah asing. Padahal, sangat sering terjadi di sekitaran kita. Apalagi jika ada orang yang di sekelilingmu mengalami kecelakaan. Karena, epidural hematoma adalah keadaan di mana seseorang mengalami pendarahan di bagian dalam kepala yang disebabkan oleh retaknya tulang tengkorak. Pendarahan itu akan membuat tekanan pada tulang tengkorak dan juga dura atau lapisan yang melindungi otak. Hal ini pun bisa mengakibatkan adanya pembengkakan serta pergeseran dan akan berakibat berbahaya bagi otak.

Penyebab Epidural Hematoma

Meski penyebab epidural hematoma secara adalah trauma pada fisik akibat cedera berat di kepala, tetapi bisa juga disebabkan oleh trauma non fisik. Trauma fisik contohnya ialah kecelakaan dan tabrakan, mengalami benturan, mengalami kekerasan pada fisik, cedera ketika melakukan olahraga, dan lain sebagainya. Sedangkan trauma non fisik seperti tumor pada otak, adanya infeksi, koagulpati, serta malformasi pada pembuluh darah.

Selain penyebab umum dan penyebab lain-lain, kamu pun harus mengetahui informasi mengenai faktor-faktor yang bisa membuat resiko meningkatnya epidural hematoma adalah sebagai berikut:

Usia

Jika biasanya penyakit menyerang orang yang berusia rentan, berbeda dengan penyebab epidural hematoma yang memiliki resiko lebih tinggi untuk orang yang berusia lebih muda. Karena semakin muda usia seseorang, maka semakin besar rongga yang berada di antara dura dan tulang tengkorak. Apalagi, orang yang usianya cenderung muda, mempunyai kegiatan yang lebih banyak maka mempunyai resiko lebih tinggi untuk mengalami cedera. Biasanya, pasien dengan kasus epidural hematoma ini dimulai dari usia 20 tahun sampai dengan 30 tahun.

Jenis Kelamin

Meski laki-laki mempunyai resiko mengalami epidural hematoma lebih tinggi dibandingkan dengan perempuan, tetap saja perempuan masih bisa mengalaminya. Maka kehati-hatian adalah hal yang sangat penting. Kenapa laki-laki lebih mempunyai resiko lebih tinggi dibandingkan dengan perempuan? Alasannya tentu saja karena kegiatan atau pekerjaan laki-laki biasanya lebih berbahaya dan beresiko.

Ibu Hamil

Faktor resiko lebih tinggi selanjutnya untuk penyebab epidural hematoma adalah ibu hamil. Hal ini dikarenakan seorang ibu hamil sering mengalami cedera akibat jatuh. Maka dari itu, cedera di kepala bukanlah hal yang mustahil. Untuk itu, ibu hamil harus lebih berhati-hati dalam melakukan sesuatu.

Lansia

Memang di atas sudah dijelaskan bahwa anak muda lebih memiliki resiko lebih tinggi dibandingkan lansia. Akan tetapi, bukan berarti lansia tidak memiliki resiko mengalami epidural hematoma. Seorang lansia rentan terjatuh seperti ibu hamil, oleh sebab itu cedera di kepala sangat mungkin terjadi.

Seorang Pecandu dari Minuman Beralkohol dan Obat Terlarang

Orang yang sering mengonsumsi minuman dengan kandungan alkohol dan juga obat-obatan terlarang seperti narkoba, sering mengalami keadaan tidak sadarkan diri. Hal ini tentu bisa mengakibatkan trauma fisik tersendiri bagi tubuh manusia. Apalagi jika kamu seorang pecandu yang sering mengonsumsi minuman-minuman itu tanpa melihat tempat. Bisa saja kamu tidak sadarkan diri di tengah jalan yang dapat mengakibatkan cedera di kepala.

Mengonsumsi Obat Pengencer Darah

Ada pengobatan yang mengharuskan seorang pasien untuk meminum obat pengencer darah. Artinya, proses pembekuan darah yang terjadi di dalam tubuh manusia akan terhambat. Maka, akan lebih gampang mengalami pendarahan ketika mengalami cedera di kepala. Hal ini pun sangat bisa menjadi penyebab epidural hematoma.

Berkendara dengan Tidak Aman

Bagi kamu yang sering bepergian dengan menggunakan kendaraan, tetapi tidak berkendara dengan aman, kamu mempunyai resiko mengalami epidural hematoma lebih tinggi. Salah satunya adalah dengan mengendarai motor tanpa memakai helm. Jika terjadi kecelakaan, epidural hematoma adalah resikonya.

Itulah ulasan mengenai penyebab epidural hematoma yang bisa mengakibatkan kematian. Tetap berhati-hati, ya. Semoga artikel ini bermanfaat.

Related posts